Menganalisis short story : A Rose For Emily by William Faulkner

 

Nama: KHAULA ABUBAKAR

NIM: 2230911002

Menganalisis short story : A Rose For Emily by William Faulkner

1.       Synopsis : menceritakan tentang seorang wanita Bernama Emily Grierson, seorang Wanita penyendiri di kota selatan yang sedang berubah. Dalam cerpen ini juga menceritakan pengungkapan peristiwa kehidupan Emily yang misterius dan tragis. Disaat kota yang menjadi tempat tinggal nya mengalami transformasi, Emily menjadi simbol dari tradisi dan perlawan terhadap perubahan. Yang berpuncak pada ungkapan yang mengejutkan dan pedih tentang rahasia Emily.

2.       Alur ( plot): Campuran , karena terdapat 5 tahapan pada cerita ini

-          Pada tahapan pertama ini narator menceritakan masa mengenang saat kematian emily dan bagaimana seluruh penduduk kota menhadiri pemakaman nya di rumahnya, yang mana rumahnya tersebut tidak pernah dimasuki oleh orang asing lebih dari sepuluh tahun. Dan rumah Emily ini merupakan peninggalan terakhir kemegahan zaman yang hilang.

-          Pada tahapan kedua narator menggambarkan waktu tigah puluh tahun yang lalu Ketika Emily menolak penyelidikan resmi atas nama para pemimpin kota, Ketika penduduk kota mendeteksi bau menyengat yang berasal dari sekitaran rumahnya.

-          Pada tahapan ketiga menceritakan tentang penyakit lama yang di derita oleh Emily selama ini, dan di kota ini mengontrak pekerja untuk membetulkan trotoar dan sebuah perusahaan kontruksi dibawah arahan dari Homer Barron. Dan terkenal lah Hormer Barron akibat kedekatan nya dengan Emily karena mengajaknya menaiki kereta untuk berjalan-jalan. Dan mengetahui perselingkuhan dan membuat Emily frustasi.

-          Pada tahapan keempat diceritakan Emily membeli sebuah racun karena ke frustasian nya dan para penduduk kota beranggapan bahwa Emily akan menggunakan racun itu untuk bunuh diri.

-          Pada bagian kelima ini narrator menceritakan tentang apa yang terjadi setelah Emily meninggal.

3.       Konflik :

- konflik internal : perjuangan Emily menghadapi kenyataan.

Konflik eksternal :

-          kekangan dari ayah Emily karena telah mengurung Emily selama bertahun tahun.

-          Dari penduduk sekitar karena selalu mengomentari apa yang dilakukan oleh Emily.

-          Perselingkuhan antara Homer Barron.

-          Komplikasi : konflik utama dari cerpen ini adalah terjadi antara Emily dan ayahnya, yaitu dia mempertimbangkan pelamar manapun untuknya. Oleh karena itu, Emily ditinggalkan sendirian setelah kematian ayahnya. Lalu dia memilih untuk mengejar pria yang tidak disetujui ayahnya.

4.       Tokoh :

Tokoh utama:

-          Emily Grierson : sosok yang misterius,keras kepala  dan tertutup. Dan memiliki postur tubuh yang pendek, badan nya berisi berambut abu abu pirang, mata yang sedikit mencolok.

 

 

Tokoh pendukung:

-          Homer Barron: suka berteman dengan siapapun dan selera humornya yang baik. Homer merupakan pria bertubuh besar, berkulit gelap, suara menggelegar, dan mata yang berwarna terang.

-          Mr. Grierson : keras kepala, dan pengekang, apapun yang dilakukan nyam aka harus dituruti.

-          Judge Stevents : seseorang yang tradisionalis

-          Tobe : memiliki sifat yang sangat tertutup, berumur tua, berkulit gelap, biasanya disebut sebagai lelaki negro.

5.       Latar

Tempat

Cerita ini berlatar di jefferson, pusat pemerintahan daerah fiksiYoknapatawpha di Mississippi.

Waktu

Pagi, malam.

Sosial

Ketika ada pekerja untuk membuat trotoar, hormer adalah orang yang mudah berbaur. Sedangkan Emily orang yang pendiam dan tidak memiliki hubungan yang baik dengan lingkungan nya.

Ruangan

-          Pintu bawah tanah “ mereka mendobrak pintu bawah tanah, dan menaburkan kapur diselkitarnya.”

-          Jendela “ sebuah jendela yang tadinya gelap menjadi terang dan miss Emily duduk di dalamnya.

6.       Tema

Cerita ini bertema kan tentang kematian dan penolakan terhadap perubahan yang ada di sekitarnya.

7.       Symbol

-          Rumah besar yang ditinggalkan oleh Emily : sebagai penanda bahwa hanya dial ah yang bisa berkuasa ditempat itu.

-          Tobe  pengurus rumah yang menjadi kunci dari masalah yang ada di dalamnya, hanya dia yang mengetahui masalah yang ada di dalam.

8.       Ironi

Dalam ceita pendek ini terdapat beberapa ironi, salah satunya adalah

-          Ironi dramatis : ironi dramatis ini terjadi ketika pembaca mengetahui apa yang terjadi dalam situasi, sedangkan tokoh tersebut tidak mengetahuinya, sebagaimana yang terdapat dalam cerpen ini Ketika ayah Emily sudah meninggal, Emily mecari kedekatan dengan Homer Barron. Homer sendiri bukan tipe yang diharapkan oleh ayah Emily untuk Emily. . Emily merupakan  orang selatan sedangkan Homer adalah orang utara itu berarti Emily tidak boleh serendah Homer dan tidak boleh begitu mencintainya. Penduduk kota memandang  Emily sebagai “a tradition, a duty, and a care….”. homer sendiri bukan tipe yang menyukai sebuah pernikahan karena “he like men and it was known that he drank with younger men…”. di dalam cerita ini Emily tidak menyadari bahwa hubungan yang sedang di jalani Bersama homer itu tidak akan disetujui dan diterima baik itu oleh warga kota maupun oleh ayahnya sendiri.

-          Ironi verbal: di dalam cerita pendek yang berjudul A Rose For Emily by William Faulkner ini memiliki ironi verbal, yang mana penulis mengatakan bahwa Emily sebagai "seorang wanita muda" meskipun pada saat itu ia sudah lanjut usia. Ironi ini menggambarkan kesenjangan antara kenyataan dan persepsi masyarakat terhadap Emily.

-          Ironi situasional : Terjadi ketika situasi yang sebenarnya berbeda secara dramatis dari apa yang diharapkan atau diprediksi. Dicerita ini terdapat ironi situsi, dimna hal yang tidak disangka- sangka terjadi, pada saat kematian Emily warga kota berkunjung ke dalam rumah Emily tersebut untuk pertama alinya, dan melihat ada sebuah jasad seorang lelaki yang ternyata itu merupakan jasad dari Homer yang di perkiraan awal homer kabur, padahal sebenarnya dia di bunuh di sebuah kamar dan pelaku nya adalah Emily sendiri.

 

9.       Sudut pandang

Sepanjang alur seluruh cerita ini, narasinya menggunakan kata ganti orang pertama jamak: kami” merupakan  kata ganti yang digunakan Faulkner untuk menekankan bahwa peristiwa yang ada dalam cerita tersebut diceritakan oleh seorang saksi mata atau sekelompok saksi mata (28–34). Kata kamiini juga  mewakili gambaran gabungan masyarakat kota dan memberikan penjelasan, tidak hanya tentang kisah Nona Grierson tetapi juga sejarah beberapa zaman. Karakter kolektif narator terungkap dalam frasa seperti “our whole town went to her funeral”, “we were not pleased exactly”, “as is our custom”, “we believed”, “we remembered”.

10.   Fantasy

Di dalam cerita "A Rose for Emily" karya William Faulkner, tidak terdapat elemen fantasy. Cerita ini lebih  mengeksplorasi tema-tema seperti kematian, isolasi, dan kegagalan tradisionalisme. Meskipun terdapat  unsur misteri dan keanehan dalam cerita, ini lebih kepada representasi metaforis daripada fantasy secara harfiah.

11.   Emosi humor

 banyak elemen emosi dan beberapa sentuhan humor gelap yang ada pada cerita ini. Penulis  menggambarkan secara mendalam keadaan emosional yang ada pada tokoh-tokohnya, terutama pada  Emily Grierson, yang mengalami kesedihan, keputusasaan, dan kesepian. Selain  itu, terdapat juga elemen humor gelap yang hadir dari situasi-situasi yang aneh atau ironis dalam cerita, seperti reaksi warga kota terhadap perilaku Emily atau komentar narator yang mengungkapkan arti yang berbeda dalam kehidupannya.

12.   Pesan moral

terdapat pesan moral yang ada dalam cerita ini, salah satunya adalah kita harus melihat seseorang dengan sudut pandang yang benar, dan jangan pernah menghakimi seseorang sesuai dengan kemauan kita. Tanpa ada bukti pasti nya. Jangan pernah egois tentang apa yang menjadi keiinginan kita, tanpa melihat imbas yang kita egois kan itu berdampak buruk untuk kebanyakan orang.